CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 01 Februari 2013

Subhanallah ! Hujan Darah, Burung Dan Katak Sudah Ada Dalam Al Quran

Subhanallah ! Hujan Darah, Burung Dan Katak Sudah Ada Dalam Al Quran

Meski sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, fenomena hujan berwarna merah kembali ramai dibicarakan. Di India, para penduduk lokal daerah Kerala menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Mereka melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh ilmuwan independen, Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Sedangkan hujan hewan terjadi pada Juni 2009 di Jepang. Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu di negara sakura ini. Bagian meteorologi Jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut.

Beberapa orang yang seperti menuhankan ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai fenomena alam. Istilah agama menyebutnya sunnatullah.
Saya tidak menolak adanya proses alam, karena hal itu sesuatu yang natural dan sudah menjadi ketetapan-Nya. Tapi terkadang, kita melupakan sumber segala sebab musabab dan sumber segala sesuatu, yakni Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Apa yang hendak ditampakkan adalah Kekuasaan-Nya Yang Maha Tunggal. Agar kita, manusia, tidak lagi sombong dengan menuhankan segala ilmu pengetahuan alam dan melupakan adanya Pencipta Alam.

Alquran dan Injil mengisahkan tentang kesombongan Firaun dan kaumnya. Jika diberi kebaikan dan kemakmuran dari Tuhan, mereka berkata, “Inilah usaha kami.” Manusia zaman sekarang juga ada yang seperti ini, ketika sukses mereka berkata, “Ya, karena usaha saya, saya ini berhasil.” Jika ditimpa kesusahan, kaum Firaun melemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. (QS. 7: 131)


Seolah menantang dan keras kepala, pengikut Firaun berkata, “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” (QS. 7: 132). Firaun dan pengikutnya yang masih ada hingga sekarang ini meledek bahwa bukti kekuasaan Tuhan yang disampaikan melalui Musa as. itu sebagai sihir.

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. 7: 133)

Jadi, apa yang terjadi di zaman sekarang bukanlah sesuatu fenomena baru dan menganehkan. Zaman dahulu, sebagai bukti bagi orang yang ingkar kepada Tuhan, Allah sudah tampakkan kuasa-Nya. Dan satu hal yang pasti, yakni hal tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang bukan sekedar berakal tetapi yang betul betul mampergunakan akalnya itu.

Sumber : http://artikelpengusahamuslim.blogspot.com
Read more »»  

Lirik Lagu : Jangan Menyerah-D'Masiv

Don't Give Up !!!
Ini Gw persmbahin lagu penyemangat buat kalian-kalian yang lagi putus asa .

JANGAN MENYERAH

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Repeat reff1

Reff2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Read more »»  

BIOGRAFI MOCHTAR LUBIS

Mochtar Lubis, pengarang cerita pendek "Kuli Kontrak" ini, lahir di Padang pada tanggal 7 Maret 1922 dari keluarga Pamong Praja. Ia adalah seorang sastrawan, wartawan, pelukis, pembuat keramik, penanam anggrek dan penerbit.

Cerita pendek "Kuli Kontrak" pertama kali disiarkan di majalah Siasat Baru, No.650, Tahun XIII, 25 November 1959. HB Jassin menggolongkannya sebagai sastrawan Angkatan 45.

Sejak jaman Jepang, Mochtar Lubis telah mulai aktif di bidang pers. Di zaman revolusi, sebagai anak muda Mochtar menghapi dua pilihan: masuk militer atau menjadi wartawan. Dia mengambil pilihan yang kedua. Koran yang didirikan dan dipimpinnya, Indonesia Raya dibrendel oleh Orde Lama maupun Orde Baru, sehingga ia terpaksa meringkuk dalam tahanan.

Mochtar Lubis meliput Perang Korea (1951), dan disamping laporan jurnalistik yang ditulisnya mengenai perang itu (Catatan dari Korea, 1952), beberapa cerpen lahir pula sebagai hasil pengalamannya di medan pertempuran itu. Buku Jurnalistiknya yang lain adalah Berkelanan di Asia Tenggara.

Kecintaannya pada bunga anggrek, hutan dan pegunungan berasal dari masa kanak-kanaknya dan pendidikan yang ditempuhnya di Perguruan Kehutanan yang terkenal mendidik siswanya bersikap mandiri dan cinta alam lingkungan.

Novelnya Jalan Tak Ada Ujung yang mendapat hadiah Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) telah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing, dan Senja di Jakarta lebih dulu terbit dalam bahasa Inggris sebelum diterbitkan dalam bahasa aslinya. Harimau! Harimau! (1975), yang menggambarkan alam lingkungan dengan teliti, memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama dan dicetak ulang berkali-kali.

Sejak pertengahan 1966 dia Pemimpin Umum majalah sastra Horison, anggauta (sejak 1968) dan ketua Akademi Jakarta-sebuah organisasi kebudayawan senior Indonesia. Ceramahnya (di TIM, 7 April 1977) yang sangat kritis tentang prilaku manusia Indonesia berjudul Manusia Indonesia, mendapat sambutan luas dan diterbitkan oleh Yayasan Idayu.

Sastrawan ini pernah terpilih jadi presiden Press Foundation of Asia, anggauta dewan pimpinan International Press Institute, anggauta Komisi UNESCO yang merancang Orde Komunikasi Internasional yang baru, dll.

Mochtar sering memberikan prasaran atau kertas kerja dalam pertemuan internasional. Sebagai penghargaan terhadap pencapaiannya di bidang sastra dan kewartawanan dia penerima pertama hadiah Ramon Magaaysay dari Filipina (1958, sebesar $ 5.000) dan hadiah sastra Chairil Anwar dari Dewan Kesenaian Jakarta (1993, Rp 25 juta).

Karya sastra lainnya adalah Perempuan (hadiah sastra BNKN 1956), Tak Ada Esok (1951), Tanah Gersang (1966) serta Maut dan Cinta (1977). Mochtar juga menulis buku cerita anak-anak, antara lain Kisah Judar Bersaudara, Penyamun dalam Rimba dan Sinbad, Pelaut Bagdad.

Read more »»  

10 KESENIAN TRADISIONAL

Ini nih beberapa Kesenian Tradisional yang udah hampir punah !!
Asli INDONESIA lho , masak kalian para generasi muda nggak mau kenalan ama yang namanya "TRADISIONAL" ??

Angklung Buhun

Angklung buhun adalah alat musik tradisional khas Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dinamakan buhun karena kesenian ini lahir bersamaan dengan hadirnya masyarakat Baduy. Buhun berarti tua, kuno (baheula ). Angklung buhun adalah angklung tua yang menjadi kesenian pusaka masyarakat Baduy. Kesenian ini dianggap memiliki nilai magis (kekuaan gaib) dan sakral. Selain itu kesenian ini juga punya arti penting sebagai penyambung amanat untuk mempertahankan generasi masyarakat Baduy.

Angklung Gubrag

Angklung Gubrag Merupakan salah satu kesenian tradisional yang sudah langka, namun masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Kresek – Kabupaten Tangerang masih melestarikan kesenian Angklung Gubrag pada acara khitanan, perkimpoian dan selamatan kehamilan. Pada masa lalu kesenian Angklung Gubrag dilaksanakan pada saat ritual penanaman padi dengan maksud agar hasil panen berlimpah. Instrumen yang digunakan 6 buah angklung menggunakan bambu hitam, masing-masing memiliki nama: bibit, anak bibit, engklok 1, engklok 2, gonjing dan panembal, dilengkapi dengan terompet kendang pencak dan seruling. Di atas angklung dikaitkan pita yang berasal dari kembang wiru, menurut kepercayaan kembang wiru dan air yang berasal dari angklung dipercaya dapat menjadi obat dan penyubur tanaman. Semua pemain berdiri tidak menari kecuali penabuh dogdog lojor menabuh sambil ngibing diiringi beberapa penari perempuan dengan kostum kebaya dan kain.

Bendrong Lesung

Bendrong Lesung merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Cilegon-Banten, yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun di masyarakat hingga saat ini. Awalnya kesenian ini merupakan tradisi masyarakat setempat dalammenyambut Panen Raya. Tujuannya untuk mengungkapkan kebahagiaan atas jerih payah yang dilakukan, dan yang telah membuahkan hasil. Dalam perkembangannya, Bendrong Lesung tidak hanya ditampulkan pada penyambutan Panen Raya, tetapi ditampilkan juga pada acara-acara pesta perkimpoian atau upacara peresmian. Bendrong Lesung memadukan musik Lesung atau Lisung (tempat menumbuk padi) dengan musik lainnya yang dimainkan oleh beberapa orang.

Debus

Debus adalah seni pertunjukan yang memperlihatkan permainan kekebalan tubuh terhadap pukulan, tusukan, dan tebasan benda tajam. Dalam pertunjukanya, debus banyak menampilkan aktraksi kekebalan tubuh sesuai dengan keinginan pemainnya. Pada masa pemerintahan sultan ageng tirtayasa sekitar abad ke-17 ( 1651-1652), debus difokuskan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Pada perkembangan selanjutnya, debus menjadi salah satu bagian ragam seni budaya masyarakat banten sehingga kesenian ini banyak digemari oleh masyarakat sebagai hiburan yang langka dan menarik di banten, permainan debus berkembang di kabupaten lebak, pandeglang, kota cilegon dan kota serang.

Dogdog Lojor

Dogdog merupakan alat musik yang terbuat dari batang kayu bulat, tengahnya diberi rongga, namun kedua ujung ruasnya mempunyai bulatan diameter yang berbeda (± 12 – 15 cm) dengan panjang ± 90 cm. Pada ujung bulatan yang paling besar ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan dan diikat dengan bambu melingkar yang dipaseuk/baji untuk menyetel suara atau bunyi. Suara yang dihasilkan akan berbunyi dog dog dog (dalam telinga orang Sunda). Oleh karena itu alat ini diberi nama Dog Dog. Sedangkan kata lojor berarti lonjong atau lodor yang sepadan dengan kata panjang. Jadi Dogdog Lojor sama artinya dengan Dogdog Panjang. Kesenian ini berkembang di Banten bagian Selatan Kabupaten Lebak, dengan pemain berjumlah 12 orang. Pada awalnya pertunjukan seni Dogdog Lojor ini, dilakukan sebagai pelengkap dalam rangka pelaksanaan upacara adat seperti Seren Taun, sedekah bumi ataupun ruwatan. Oleh karena itu, pertunjukan Dogdog Lojor dilaksanakan secara khidmat. Sejalan dengan perkembangan zaman, pertunjukan Dogdog Lojor dilakukan dengan penuh kegembiraan sehingga berkembang menjadi seni pertunjukan hiburan dan permainan rakyat.

Dzikir Saman

Seni Saman atau disebut juga Dzikir Maulud yaitu kesenian tradisional rakyat Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang yang menggunakan media gerak dan lagu (vokal) dan syair-syair yang dilantunkan mengagungkan Asma Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. berdasarkan literatur disebut Dzikir Saman karena berkaitan arti Saman yaitu Delapan dan dicetuskan pertama kali oleh Syech Saman dari Aceh. Tari Saman berasal dari Kesultanan Banten yang dibawa para ulama pada abad 18 sebagai upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Maulud, namun dalam perkembangan selanjutnya dapat pula dilakukan pada upacara selametan khitanan, pernikahan atau selametan rumah. pemain seni Dzikir Saman berjumlah antara 26 sampai dengan 46 orang. 2 sampai 4 orang sebagai vokalis yang membacakan syair-syair Kitab.

Kesenian Buaya Putih

Kesenian tradisional yang berkembang di kampung curugdahu desa kadubeureum kecamatan padarincang kabupatne serang, iringan ngarak buaya putih biasanya dilakukan dalam kegiatan mengirimkan bahan-bahan keperluan hajatan yang menjadi ciri khas daerah setempat, dimana keperluan hajatan ditata sedemikian rupa pada sebatang pohon bambu yang dibentuk rangka mirip seekor buaya, dengan panjang mencapai 8 sampai 10 meter, dengan dihiasi janur kelapa. Buaya putih dimainkan secara keseluruhan oleh 40 orang, dimana 4 orang pemain laki-laki yang bertugas memegang umbul-umbul sebagai pembatas barisan, 2 orang bagian paling depan dan 2 orang lagi sebagai pemegang spanduk, 1 orang sebagai penarik penonton, di belakang 10 orang sebagai penari mojang desa, berdiri sepasang pengantin yang diapit kedua orang tua yang di lengkapi dengan seorang pembawa payung kebesaran. Dibagian tengah terdapat 4 orang sebagai pemikul buaya putih yang harus mampu memainkan buaya putih dengan baik, dibawah kendali seoranag pawang buaya yang bernama ma ijah, tarian buaya putih ini diiringi oleh 14 orang pemain musik rudat, dengan alat yang terdiri dari : Gending paria ria, kemplongan, dan gembrung.

Pantung Bambu

Pantung Bambu adalah alat musik tradisional khas masyarakat cilegon yang terbuat dari bambu berdiameter rata-rata 10cm, panjang 80cm, beruas dua dengan lubang di tengah dan berlidah disayat dengan tiga buah senar bernada empat tangga nada. Dalam satu grup pantun bambu dibutuhkan paling sedikit tiga pantun yang terdiri dari pantun melodi gendang tapak, pantun bas gendang dan pantun ritme patingtung. Pada awalnya musik pantun di mainkan disaat-saat melepas lelah setelah para petani berkerja disawah, dengan peralatan bambu sederhana dapat menimbulkan irama yang menghibur. Dalam perkembangannya saat alat musik "Pantun" telah di kolaborasi dengan alat musik lainnya seperti musik patingtung, rudat, terbang gede dan sebagainya. Pantun sekarang ini juga digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian.

Terbang Gede

Terbang gede merupakan salah satu kesenian tradisional Banten yang tumbuh dan berkembang pada waktu para penyebar agama islam menyebarkan ajarannya di Banten, oleh karena itu kesenian terbang gede berkembang secara pesat di lingkungan pesantren dan mesjid-mesjid. Kesenian ini disebut terbang gede karena salah satu instrumen musik utamanya adalah terbang besar (gede). Pada awalnya kesenian terbang gede berfungsi sebagai sarana penyebaran agama islam, namun kemudian berkembang sebagai upacara ritual seperti : ngarak panganten, ruwatan rumah, syukuran bayi, hajat bumi, dan juga hiburan. Terbang gede dimainkan oleh beberapa orang biasanya laki-laki yang telah lanjut usia terdiri atas Penabuh terbang gede (besar) , penabuh sela, penabuh pengarak, penabuh kempul, penabuh koneng, yang diiringi dengan sholawatan nabi dengan bahasa Arab ataupun jawa.

Rampak Beduk

Rampak Beduk merupakan sajian instrumen berupa perkusi, yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. Ada empat bedug diikat kain merah biru, yang dipukul oleh pemain yang berdiri di tengah. Di pinggirannya, kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai ukuran. Sesekali suara terdengar dari mulut para pemainnya, mirip suara musik tiup. Namun, tak ada sajian instrumen tiup. Yang terdengar, suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi saling menyahut. Seni Rampak Bedug berawal dari kebiasaan penduduk berkeliling kampung sambil memukul bedug kala sahur di bulan puasa. Yang kemudian dijadikan ajang untuk beradu keras memukul bedug. Alhasil terjadilah pertemuan antar mereka, saling beradu kekuatan bedug. Tari Rampak Beduk Banten dimainkan oleh secara masal. Sekilas, gerakannya mirip tarian dari daerah Aceh.

Semoga Bermanfaat !!

Sumber : Indowebster.com
Read more »»  

HUBUNGAN GLOBALISASI DAN MODERNISASI

Definisi Globalisasi

Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial , atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Globalisasi bukan sekedar fenomena semakin menyempitnya dunia menjadi global village sebagai ‘berkah’ dari kemajuan teknologi informasi-komunikasi dan transportasi. Revolusi teknologi di bidang teknologi telekomunikasi; teknologi jaringan komputer; teknologi media komunikasi optic dan wireless; teknologi multimedia seperti teknik representasi data, kompresi-dekompresi, enkripsi-dekripsi; serta teknologi pendukung lainnya bukanlah inti dari globalisasi itu sendiri. Walaupun kemajuan teknologi ini menjadi ciri era globalisasi, namun ia bukan intinya.

Hubungan globalisasi dan modernisasi

Inti dari globalisasi itu adalah imperialisme. Sebuah penyebutan yang mengejutkan bagi sebagian kalangan? Namun, fakta dan bukti banyak mengkonfirmasi bahwa globalisasi merupakan metamorfosis baru dari imperialisme Kapitalis Barat. Dulu kita mengenal bentuk awal imperialisme berupa kolonialisasi, yaitu penguasan wilayah oleh negara-negara Barat atas Dunia Islam pada abad 19 dan Abad 20. Bentuk ini kemudian berakhir pasca perang dunia kedua (1945) dan berubah menjadi modernisasi. Modernisasi ini dikenal dengan istilah pembangunan Hakekat modernisasi sama dengan kolonialisasi, yaitu praktik negara-negara Barat untuk terus mengukuhkan dominasinya atas negara-negara bekas jajahan pasca Perang Dunia II.

Jadi globalisasi adalah metomorfosis paling mutakhir dari imperialisme, yang mulai digaungkan pada pertengahan tahun 80-an. Globalisasi, modernisasi dan kolonialisasi adalah istilah-istilah berbeda yang merujuk pada substansi yang sama yaitu imperialisme. Imperialisme sendiri merupakan pemaksaan dominasi politik, militer, budaya, dan ekonomi atas suatu negara untuk dieksploitasi. Imperialisme atau penjajahan merupakan metode baku dari ideologi kapitalis dalam menyebarkan pengaruhnya. Kendati merupakan metode baku, tapi manifetasi imperialisme muncul dalam beragam bentuk, bisa berupa dominasi militer, politik, ekonomi, sosial, hukum, pendidikan, budaya maupun bentuk yang lain.

Pada tahun 1980-an, proses modernisasi menempatkan negara Dunia Ketiga menjadi negara miskin, terbelakang dan terpinggirkan, sekaligus tetap menjadi obyek eksploitasi negara maju. Pada tahun itu, negara-negara industri yang jumlah penduduknya hanya 26 % dari penduduk dunia ternyata menguasai lebih dari 78 % produksi, menguasai 81 % perdagangan dunia, 70 % pupuk, dan 87 % persenjataan dunia. Sementara 74 % penduduk di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang dimasukkan ke dalam Dunia Ketiga tadi, hanya menikmati sisanya, yakni seperlima produksi dan kekayaan dunia.
Modernisasi yang kemudian didukung oleh globalisasi adalah suatu paket besar dari Barat yang di dalamnya terdapat teknologi, ekonomi, agama, bahkan budaya.

Defenisi modernisasi

Modernisasi adalah suatu proses transformasi kompleks dan merupakan perubahan budaya masyarakat pada segala aspek-aspeknya. Kompleksnya gejala ini tidak dapat dirumuskan dalam sebuah definisi tetap, tetapi secara umum dapat didefinisikan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah kepada semua aktivitas, pada semua bidang kehidupan. Meningkat dan bertambahnya pengetahuan ilmiah adalah faktor penting dalam proses modernisasi. Modern atau kurang modern-nya masyarakat dapat dilihat dari lebih atau kurangnya penerapan pengetahuan dengan cara yang bertanggungjawab secara ilmiah. Ini tidak hanya mencakup pengetahuan teknik dan ekonomi saja, tetapi pengetahuan di segala bidang kehidupan Hal mendasar dalam proses modernisasi pada masyarakat adalah pergantian teknik produksi dari cara-cara tradisional ke cara-cara modern.
Dalam suatu proses modernisasi, suatu proses perubahan yang direncanakan, melibatkan semua kondisi atau nilai-nilai sosial dan kebudayaan secara integratif. Atas dasar ini, semua fihak, apakah tokoh ? Tokoh masyarakat, formal atau non-formal, anggota masyarakat lainnya, apakah dalam skala individual atau pun dalam skala kelompok, seyogianya memahami dan menyadari, bahwa, manakala salah satu aspek atau unsur sosial atau kebudayaan mengalami perubahan, maka unsur-unsur lainnya mesti menghadapi dan mengharmonisikan kondisinya dengan unsur-unsur lain yang telah berubah terlebih dulu.

Orientasi Perubahan

Yang dimaksudkan orientasi atau arah perubahan di sini meliputi beberapa orientasi, antara lain (1) perubahan dengan orientasi pada upaya meninggalkan faktor-faktor atau unsur-unsur kehidupan sosial yang mesti ditinggalkan atau diubah, (2) perubahan dengan orientasi pada suatu bentuk atau unsur yang memang bentuk atau unsur baru, (3) suatu perubahan yang berorientasi pada bentuk, unsur, atau nilai yang telah eksis atau ada pada masa lampau. Tidaklah jarang suatu masyarakat atau bangsa yang selain berupaya mengadakan proses modernisasi pada berbagai bidang kehidupan, apakah aspek ekonomis, birokrasi, pertahanan keamanan, dan bidang iptek; namun demikian, tidaklah luput perhatian masyarakat atau bangsa yang bersangkutan untuk berupaya menyelusuri, mengeksplorasi, dan menggali serta menemukan unsur-unsur atau nilai-nilai kepribadian atau jatidiri sebagai bangsa yang bermartabat.

Modernisasi Sebagai Kasus Perubahan Sosial dan Kebudayaan

Modernisasi, menunjukkan suatu proses dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik, material dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal, rasional, dan fungsional. Lazimnya suka dipertentangkan dengan nilai-nilai tradisi. Modernisasi berasal dari kata modern (maju), modernity (modernitas), yang diartikan sebagai nilai-nilai yang keberlakuan dalam aspek ruang, waktu, dan kelompok sosialnya lebih luas atau universal, itulah spesifikasi nilai atau values. Sedangkan yang lazim dipertentangkan dengan konsep modern adalah tradisi, yang berarti barang sesuatu yang diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Umumnya tradisi meliputi sejumlah norma (norms) yang keberlakuannya tergantung pada (depend on) ruang (tempat), waktu, dan kelompok (masyarakat) tertentu. Artinya keberlakuannya terbatas, tidak bersifat universal seperti yang berlaku bagi nilai-nilai atau values. Sebagai contoh atau kasus, seyogianya manusia mengenakkan pakaian, ini merupakan atau termasuk kualifikasi nilai (value). Semua fihak cenderung mengakui dan menganut nilai atau value ini. Namun, pakaian model apa yang harus dikenakan itu? Perkara model pakaian yang disukai, yang disenangi, yang biasa dikenakan, itulah yang menjadi urusan norma-norma yang dari tempat ke tempat, dari waktu ke waktu, dan dari kelompok ke kelompok akan lebih cenderung beraneka ragam.

Spesifikasi norma-norma dan tradisi bila dilihat atas dasar proses modernisasi adalah sebagai berikut, (1) ada norma-norma yang bersumber dari tradisi itu, boleh dikatakan sebagai penghambat kemajuan atau proses modernisasi, (2) ada pula sejumlah norma atau tradisi yang memiliki potensi untuk dikembangkan, disempurnakan, dilakukan pencerahan, atau dimodifikasi sehingga kondusif dalam menghadapi proses modernisasi, (3) ada pula yang betul-betul memiliki konsistensi dan relevansi dengan nilai-nilai baru. Dalam kaitannya dengan modernisasi masyarakat dengan nilai-nilai tradisi ini, maka ditampilkan spesifikasi atau kualifikasi masyarakat modern, yaitu bahwa masyarakat atau orang yang tergolong modern (maju) adalah mereka yang terbebas dari kepercayaan terhadap tahyul. Konsep modernisasi digunakan untuk menamakan serangkaian perubahan yang terjadi pada seluruh aspek kehidupan masyarakat tradisional sebagai suatu upaya mewujudkan masyarakat yang bersangkutan menjadi suatu masyarakat industrial. Modernisasi menunjukkan suatu perkembangan dari struktur sistem sosial, suatu bentuk perubahan yang berkelanjutan pada aspek-aspek kehidupan ekonomi, politik, pendidikan, tradisi dan kepercayaan dari suatu masyarakat, atau satuan sosial tertentu.

Modernisasi suatu kelompok satuan sosial atau masyarakat, menampilkan suatu pengertian yang berkenaan dengan bentuk upaya untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sadar dan kondusif terhadap tuntutan dari tatanan kehidupan yang semakin meng-global pada saat kini dan mendatang. Diharapkan dari proses menduniakan seseorang atau masyarakat yang bersangkutan, manakala dihadapkan pada arus globalisasi tatanan kehidupan manusia, suatu masyarakat tertentu (misalnya masyarakat Indonesia) tidaklah sekedar memperlihatkan suatu fenomena kebengongan semata, tetapi diharapkan mampu merespons, melibatkan diri dan memanfaatkannya secara signifikan bagi eksistensi bagi dirinya, sesamanya, dan lingkungan sekitarnya. Adapun spesifikasi sikap mental seseorang atau kelompok yang kondusif untuk mengadopsi dan mengadaptasi proses modernisasi adalah, (1) nilai budaya atau sikap mental yang senantiasa berorientasi ke masa depan dan dengan cermat mencoba merencanakan masa depannya, (2) nilai budaya atau sikap mental yang senantiasa berhasrat mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensi-potensi sumber daya alam, dan terbuka bagi pengembangan inovasi bidang iptek. Dalam hal ini, memang iptek bisa dibeli, dipinjam dan diambil alih dari iptek produk asing, namun dalam penerapannya memerlukan proses adaptasi yang sering lebih rumit daripada mengembangkan iptek baru, (3) nilai budaya atau sikap mental yang siap menilai tinggi suatu prestasi dan tidak menilai tinggi status sosial, karena status ini seringkali dijadikan suatu predikat yang bernuansa gengsi pribadi yang sifat normatif, sedangkan penilai obyektif hanya bisa didasarkan pada konsep seperti apa yang dikemukakan oleh D.C. Mc Clelland (Koentjaraningrat, 1985), yaitu achievement-oriented, (4) nilai budaya atau sikap mental yang bersedia menilai tinggi usaha fihak lain yang mampu meraih prestasi atas kerja kerasnya sendiri.

Tanpa harus suatu masyarakat berubah seperti orang Barat, dan tanpa harus bergaya hidup seperti orang Barat, namun unsur-unsur iptek Barat tidak ada salahnya untuk ditiru, diambil alih, diadopsi, diadaptasi, dipinjam, bahkan dibeli. Manakala persyaratan ini telah dipenuhi dan keempat nilai budaya atau sikap mental yang telah ditampilkan telah dimiliki oleh suatu masyarakat tersebut. Khusus untuk masyarakat di Indonesia, sejarah masa lampau mengajarkan bahwa sistem ekonomi, politik, dan kebudayaan dari kerajaan-kerajaan besar di Asia seperti India dan Cina, yang diadopsi dan diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara ini, seperti Sriwijaya dan Majapahit, namun fakta sejarah tidak membuktikan bahwa orang-orang Sriwijaya dan Majapahit, dalam pengadopsian dan pengadaptasian nilai-nilai kebudayaan tadi sekaligus menjadi orang India atau Cina.

Proses modernisasi sampai saat ini masih tampak dimonopoli oleh masyarakat perkotaan (urban community), terutama di kota-kota Negara Sedang Berkembang, seperti halnya di Indonesia. Kota-kota di negara-negara sedang berkembang menjadi pusat-pusat modernisasi yang diaktualisasikan oleh berbagai bentuk kegiatan pembangunan, baik aspek fisik-material, sosio-kultural, maupun aspek mental-spiritual. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini, menjadikan daerah perkotaan sebagai daerah yang banyak menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi penduduk pedesaan, terutama bagi generasi mudanya. Obsesi semacam ini menjadi pendorong kuat bagi penduduk pedesaan untuk beramai-ramai membanjiri dan memadati setiap sudut daerah perkotaan, dalam suatu proses sosial yang disebut urbanisasi. Fenomena demografis seperti ini, selanjutnya menjadi salah satu sumber permasalahan bagi kebijakan-kebijakan dalam upaya penataan ruang dan kehidupan masyarakat perkotaan. Sampai dengan saat sekarang ini masalah perkotaan ini masih menunjukkan gelagat yang semakin ruwet dan kompleks.

Bagaimana seharusnya sikap bangsa Indonesia dalam menghadapi modernisasi Dinamika peradaban terus bergerak menuju arus globalisasi, bangsa Indonesia dihadapkan pada persoalan yang semakin rumit dan kompleks. Bangsa Indonesia dituntut untuk bersikap luwes dan terbuka terhadap pengaruh asing. Hal ini cukup beralasan, sebab kondisi zaman yang semakin kosmopolit dalam satu pusaran global, pertama, bangsa Indonesia harus mampu menjalankan peran interaksi yang praktis sehingga harus bisa menciptakan suasana interaktif dan kondusif.

Kedua, bangsa Indonesia harus tetap mampu menunjukkan jatidirinya sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya di tengah-tengah pergaulan antarbangsa di dunia. Hal ini sangat penting disadari, sebab modernisasi yang demikian gencar merasuki sendi-sendi kehidupan bangsa dikhawatirkan akan menggerus jatidiri bangsa yang selama ini kita banggakan dan kita agung-agungkan. “Ruh” heroisme, patriotisme, dan nasionalisme yang dulu gencar digelorakan oleh para pendahulu negeri harus tetap menjadi basis moral yang kukuh dan kuat dalam menyikapi berbagai macam bentuk modernisasi di segenap sektor kehidupan. Dengan kata lain, bangsa Indonesia harus tetap menampakkan jatidiri bangsa di tengah-tengah kuatnya arus modernisasi.

Ketiga, bangsa Indonesia dituntut untuk mampu menjadi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) seiring dengan pesatnya laju perkembangan industri dan Iptek. Persoalannya sekarang, mampukah bangsa Indonesia berdiri tegas di tengah-tengah tuntutan modenisasi, tetapi tetap sanggup mempertahankan jatidirinya sebagai milik bangsa yang beradab dan berbudaya. Persoalannya sekarang adalah apa yang bisa kita kerjakan untuk menghadapi tantangan sosioekonomi saat ini. Apa yang bisa dilakukan masing-masing negara untuk menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan ekonomi global, kerawanan arus finansial, kemiskinan, kelangkaan pangan dan energi, serta pemanasan global? Kemudian juga apa yang bisa kita lakukan sebagai umat untuk menghadapi tantangan itu sehingga kita bisa menjadi bagian dari pemecahan masalah, dan bukan menjadi bagian dari masalah ?

kita harus memainkan peran yang setara dengan bangsa-bangsa lain dalam membangun percaturan ekonomi dunia. Kita bisa dan harus memperoleh keuntungan yang lebih besar dalam menjalin hubungan dengan dunia lain. Ada beberapa hal yang harus kita kerjakan. Kita harus proaktif dan mengetahui apa yang kita inginkan. Kita harus mengetahui apa yang masuk akal untuk kita peroleh dalam menjalin hubungan dengan negara lain dalam kerangka hubungan saling menguntungkan. Kita juga harus bekerja lebih baik dalam menjelaskan dan mengonsolidasikan posisi kita. Selain itu, kita juga harus berani melawan upaya yang memecah belah dan mengalahkan kita.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu hal penting. Jika negara-negara mapan memerlukan energi dan komoditas kita, negara kita harus mendapatkan keuntungan dari mereka dalam perdagangan yang adil, serta tambahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itulah, kita membangun hubungan yang inovatif dan saling menguntungkan.

Kita tidak bisa selamanya menjadi penyedia bahan-bahan mentah. Kita juga harus mencari modal untuk mendapatkan nilai tambah dari komoditas kita dan bisa meratakan keuntungan ekonomi dari langkah tersebut untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Kita harus membuat langkah penting dalam mengembangkan sumber daya manusia dalam mengembangkan kemitraan dunia perdagangan dan investasi.

Setiap langkah dalam interaksi perekonomian haruslah menghasilkan pertumbuhan pengetahuan, keterampilan, dan orientasi positif di masyarakat. Untuk itu, dunia Islam harus mengubah persepsi kemitraannya. Kita harus mengubah perlakuan negatif mereka terhadap kita, menjadi perlakuan yang positif. Tapi, kita tidak akan bisa mengubah orang lain tanpa mengubah diri kita sendiri. Kita tidak bisa meminta dunia yang mapan untuk menghapus hambatan bea masuk, jika kita sendiri tidak mau melakukannya.mSalah satu bukti penting yang perlu kita miliki adalah kita harus terus mengurangi hambatan dalam perdagangan dan investasi, sehingga bisnis yang lebih besar bisa berputar.

Potensi lain yang juga sangat mungkin untuk dikembangkan adalah sektor wisata. Karena itu, kita harus meluaskan jaringan dan bersama-sama mengembangkan promosi yang agresif dan berkoordinasi secara teknis menyangkut transportasi, keimigrasian, pembangunan, infrastruktur, dan sebagainya.

Sebagai negara, Indonesia harus berperan untuk mengembangkan negerinya dengan bekerja sama dengan negara-negara lain dalam bidang investasi, perdagangan, pengamanan energi, juga pembangunan infrastruktur. Indonesia adalah roda ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan mencapai 6,3 persen. Pasarnya juga sangat menggiurkan, yakni dengan 220 juta penduduk, sumber daya alam yang melimpah, performa makroekonomi, dan sebagainya. Indonesia bisa menjadi mitra yang prospektif bagi semuanya.

Read more »»  

Rabu, 30 Januari 2013

Agar Tubuh Tetap Sehat Saat Cuaca Buruk

Sekarang ini cuaca memang sulit ditebak pagi hari terlihat cerah, dua jam kemudian awan mendung mulai merapat dan hujan pun mulai turun dan begitu sebaliknya.Cuaca yang seperti ini yang membuat kita gampang terkena penyakit. Ini dikarenakan kekebalan tubuh kita menurun dan mudah sakit. Biasanya penyakit yang mudah sekali mampir adalah Flu, Batuk, Demam, ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Kita harus bisa mensiasati bagaimana cara menghindari penyakit yang disebabkan oleh pengaruh cuaca buruk. Disini saya akan memberikan sedikit tips agar tubuh kita tetap sehat pada saat cuaca buruk seperti saat ini

1. Jangan sampai telat makan
Kegiatan ini jangan sampai terlewat karena dengan makan membantu tubuh kita menjadi sehat.Terutama makanan atau minuman yang hangat. Contoh : Sup, wedang jahe, jeruk nipis hangat.

2. Perbanyak mengkonsumsi vitamin C
Vitamin C sangat penting untuk kekebalan tubuh. Vitamin C banyak terdapat pada buah seperti jeruk, apel, melon dsb.

3. Suplemen
Konsumsi suplemen juga penting tapi harus yang mengandung vitamin C yang cukup.

4. Relaksasi (pijat)
Anda senang dipijat?? ini juga cara alternatif untuk menjaga kesegaran tubuh anda. Dengan relaksasi tubuh anda menjadi rileks dan peredaran darah menjadi lancar.

5. Minum air putih
Air putih membantu mengeluarkan racun yang ada pada tubuh dan membantu melancarkan peredaran darah.

6. Istirahat yang cukup
Tidur membuat tubuh anda menjadi lebih segar dan fit.

Read more »»  

Kamis, 24 Januari 2013

MOTIVASI PELAJAR ?

Dalam setiap bidang, motivasi selalu dibutuhkan, karena inilah yang menjadi pendorong atau tenaga untuk bergerak. Begitupun dengan pelajar. Motivasi pelajar dibutuhkan agar siswa lebih giat dalam belajar dan berinovasi menghasilkan karya yang positif. Untuk memotivasi pelajar, ada beberapa cara. Diantaranya adalah :

1. Menetapkan visi
Setiap pelajar hendaknya memiliki visi yang jelas. Untuk apa dia belajar? Apa yang diharapkan begitu ia menyelesaikan studinya? Dengan demikian, ia tidak akan asal saja dalam menjalani proses studinya. Seorang Luiz Alvarez, peraih Nobel Fisika, selalu melaksanakan nasihat ayahnya untuk selalu duduk diam sambil memejamkan mata dan berusaha memikirkan persoalan baru, untuk kemudian diteliti dan dipecahkan. Ia selalu bermimpi untuk menjadi The Most, The Best and The First dalam setiap bidang yang digelutinya. Kebiasaan baik Luiz ini bisa dijadikan motivasi pelajar, agar memiliki mental juara.

2. Belajar bukan karena paksaan
Jadikan belajar sebagai makanan, dimana Anda akan lapar jika tidak melakukannya. Buat bagaimana caranya agar belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan suatu paksaan. Memang, awalnya ini seperti sebuah pengorbanan. Namun jika Anda menjalaninya dengan ikhlas, maka lama kelamaan Anda akan bisa menikmati proses belajar, bahkan ketagihan. Leon Joseph, seorang seniman Prancis di abad 19 bisa memotivasi pelajar melalui nasihatnya : Kebahagiaan adalah mereka yang berani bermimpi dan berani berkorban demi mewujudkan mimpinya.

3. Fokus
Sebuah ungkapan yang sangat bagus untuk memotivasi pelajar adalah : “kehidupan tidak akan pernah menjadi luar biasa tanpa focus, dedikasi dan disiplin”. Dengan fokus, maka akan membuat Anda lebih tajam dalam menentukan sasaran. Ibaratnya, sinar matahari tidak akan bisa membakar kertas, akan tetapi jika sinar ini difokuskan lewat sebuah kaca pembesar, sinar ini mampu membakar tidak hanya kertas, tapi bahkan dagingpun bisa matang terbakar.

4. Tidak ada kamus menyerah
Setiap orang pastinya pernah mengalami kegagalan. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya. Bisa jadi Anda sudah bersusah payah, berjuang, belajar, namun Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Kesuksesan akan mendatangi siapa saja yang tidak takut terhadap kegagalan. Begitulah ucapan Winston Churchill, tokoh terpenting sejarah Inggris Modern dan sejarah dunia, yang bisa memotivasi pelajar.

5. Membutuhkan waktu dan kesabaran
Kata-kata seorang Napoleon Hill mungkin bisa dijadikan motivasi pelajar : “kesabaran, keteguhan hati, dan kerja keras adalah kombinasi untuk sukses. Karenanya, jika Anda ingin sukses, maka Anda harus siap menjalani prosesnya. Akan beda hasilnya jika Anda belajar ketika akan ujian saja, dengan mereka yang belajar secara rutin. Persiapan mendadak dalam ujian, bisa jadi akan mengacaukan semuanya. Ingatan yang tidak mengendap lama akan mudah hilang begitu saja. Ingat, tidak semua orang yang sukses memiliki prestasi yang bagus sejak kecil. Bahkan, tidak sedikit yang menemui masalah, seperti disleksia atau sukar mengeja kata-kata. Sebut saja dalam hal ini Bill Gates (pendiri dan CEO Microsoft) dan Lee Kuan Yew (mantan Perdana Menteri Singapura, kemudian menjadi menteri Senior) adalah dua contoh penderita disleksia yang berhasil. Kunci mengatasi masalahnya tidak lain adalah memberikan pengulangan belajar dan memberikan dorongan pada anak tersebut. Itulah mengapa, motivasi pelajar ini memegang peran penting dalam mendukung kesuksesan seseorang.
Read more »»